Shawarma dan Kebab: Serupa Tapi Tak Sama?

Shawarma dan Kebab: Serupa Tapi Tak Sama?

Shawarma, dengan aroma rempah-rempahnya yang khas dan irisan daging yang menggoda, telah menjadi salah satu hidangan Timur Tengah yang paling mendunia. Meski kerap disamakan dengan kebab, banyak orang belum sepenuhnya memahami perbedaan antara keduanya. Lalu, sebenarnya apa itu shawarma, dan apakah benar ia sama dengan kebab?

Apa Itu Shawarma?

Shawarma adalah hidangan berbahan dasar daging (biasanya ayam, sapi, atau kambing) yang dimasak dengan cara dipanggang secara vertikal. Daging tersebut ditumpuk dalam jumlah besar di atas alat pemanggang khusus, lalu diputar perlahan agar matang merata. Bagian daging yang matang akan dipotong tipis secara bertahap untuk disajikan.

Cita rasa shawarma berasal dari bumbu khasnya yang terdiri dari rempah-rempah seperti jintan, ketumbar, kunyit, paprika, kayu manis, dan bawang putih. Daging yang sudah dibumbui akan dimarinasi selama beberapa jam agar meresap sempurna sebelum dipanggang.

Shawarma biasanya disajikan dengan roti pita atau flatbread, bersama pelengkap seperti irisan tomat, bawang, acar, selada, dan saus seperti tahini atau saus bawang putih.

Sekilas Tentang Kebab

Kebab adalah istilah umum untuk berbagai hidangan daging panggang yang berasal dari Timur Tengah dan Asia Selatan. Salah satu jenis kebab yang terkenal adalah “shish kebab” yang menggunakan tusukan besi atau bambu untuk memanggang potongan daging dan sayuran di atas bara api.

Ada juga “doner kebab” dari Turki yang sebenarnya mirip dengan shawarma dalam hal teknik memasaknya, yakni dengan memanggang daging secara vertikal. Di sinilah sering muncul kebingungan antara shawarma dan kebab.

Shawarma vs. Kebab: Apa Bedanya?

Meski sering disamakan dan bentuknya mirip, shawarma dan kebab (khususnya döner kebab) memiliki perbedaan signifikan dari asal, teknik, hingga penyajian.

1. Asal Usul & Etimologi

  • Shawarma: Berasal dari Timur Tengah (Lebanon, Turki, Yordania, dll). Namanya berasal dari kata Turki “çevirme” yang berarti “berputar” atau “diputar”.
  • Kebab (Döner Kebab): Berasal dari Turki“Döner” berarti “berputar”, dan “kebab” mengacu pada daging panggang atau bakar. Istilah “kebab” sendiri sangat luas, mencakup berbagai hidangan daging (seperti shish kebab yang ditusuk).

2. Teknik & Bumbu

  • Shawarma: Daging (biasanya ayam, domba/kambing, atau sapi) direndam dalam marinade khas Timur Tengah yang kaya rasa, mengandung yoghurt, lemon, cuka, bawang putih, dan rempah seperti kayu manis, kapulaga, cengkeh, dan allspice. Rasa lebih kompleks dan “lembut”.
  • Kebab (Döner): Marinade Turki lebih sederhana, biasanya berbasis bawang putih, paprika, oregano, dan yoghurt. Rasanya lebih gurih dan herbal.

3. Penyajian

  • Shawarma: Lebih beragam. Bisa disajikan dalam:
    • Roti Pita (khubz) yang lembut.
    • Roti datar seperti lavash atau markook.
    • Piring dengan nasi, bawang bombay, dan sayuran.
    • Topping: Tahini, tarator (saus tahini dengan peterseli), acar, tomat, mentimun, bawang bombay.
  • Kebab (Döner): Lebih khas disajikan dalam:
    • Roti pita Turki yang lebih tebal dan padat, atau sebagai Iskender Kebab (disajikan di atas roti pipih dengan saus tomat, yoghurt, dan mentega cair).
    • Sandwich (dürüm) yang dibungkus roti tipis (lavash atau yufka).
    • Topping: Saus yoghurt putih (cacık atau tzatziki), saus pedas, selada, tomat, bawang bombay, acar.

4. Daging

  • Kedua-duanya menggunakan daging yang ditumpuk vertikal dan dipanggang berputar.
  • Shawarma: Lebih sering menggunakan potongan daging yang diiris tipis dan ditumpuk. Campuran daging domba/kambing dan sapi juga umum.
  • Kebab (Döner): Sering menggunakan campuran daging giling dan daging iris yang dibentuk menjadi kerucut besar. Daging domba, sapi, atau ayam.

Analogi Sederhana:

  • Shawarma adalah “sepupu Timur Tengah” yang kaya rempah, dengan rasa lebih hangat dan kompleks, disajikan dengan saus tahini.
  • Döner Kebab adalah “versi Turki” yang lebih gurih dan herbal, disajikan dengan saus yoghurt yang menyegarkan.

Kesimpulan:

Jika Anda makan daging panggang berputar dengan saus yoghurt putih (cacık), saus pedas, dan rasa paprika/oregano yang kuat, itu cenderung Döner Kebab.

Jika Anda makan daging panggang berputar dengan saus tahini, acar mentimun, dan rasa rempah kayu manis/kapulaga, itu cenderung Shawarma.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *